Monday, August 12, 2013

R Kuadrat

Diposkan oleh Unknown di 11:28 PM
Karin melamun. Tak sadar ia mengendarai motornya menuju ke arah dermaga. Tiba-tiba ia pun telah sampai. Ternyata di sana hujan, tapi Karin seolah tak peduli. Ia memarkirkan motornya, melepas helmnya, dan melihat ke sekeliling. Kemudian, ia berjalan, ia berhenti di tempat ia biasa menghabiskan waktu bersama seseorang.
Langit bocor nih, haha.
Ia menghela napas. Tak terasa air matanya tumpah membasahi pipinya yang sudah basah karena hujan. Ya, ia sudah kuyup terguyur hujan yang semakin deras.
“Karin bego! Udah tau hujan, nggak pulang, masihhh aja di sini. Ckck.”
“Rin..” Seseorang di belakang memanggil Karin.
Tiba-tiba Karin merinding. Sial, ini bukan Jumat Kliwon, kan?
“Rin..” suara itu kembali memanggil, tapi suaranya semakin terdengar seperti suara laki-laki yang sedang menggigil kedinginan.
Wait, ini bukan tanggal...
Karin berbalik.
“Reno..” Karin tersenyum,. Air matanya semakin menetes.
Laki-laki itu tersenyum. Ia memeluk lengannya sendiri, menggigil.
“Udah empat jam lho..”
“Haha, kamu inget?”
“Inget lah. 3 Maret 2013, jam 5 sore. Haha. Kamu lupa ya?” Reno masih menggigil.
Ya, empat tahun yang lalu mereka terpisah. Harus terpisahkan oleh jarak karena Reno harus ke Sydney karena ia mendapatkan beasiswa untuk studi di sana sementara Karin meneruskan studinya di sebuah universitas negeri di Jogja. Empat tahun yang lalu mereka membuat janji di tempat itu untuk bertemu kembali pada tanggal 3 Maret 2013, setelah mereka lulus dari studi mereka.
“Sorry..” Ia mendekat dan memeluk Reno.
“Yang penting aku nggak sia-sia kehujanan di sini. Haha.” Kata Reno sambil melepas pelukan Karin dan merapikan rambut Karin.
Karin tersenyum.
“Jadi..?” tanya Reno sambil tersenyum.
“Hm?”
“Haha.” Kemudian, mereka terdiam sejenak. Hujan mulai reda dan tersisa gerimis yang masih menemani mereka. Dermaga semakin terang karena bulan kembali tampak.
“Jadi..?” Reno bertanya kembali.
“Jadi...” Kemudian, Karin tertawa. Pipinya memerah.
Reno mengambil sesuatu dari kantong celananya, dua buah gelang berwarna ungu kesukaan Karin. Yang satu bertuliskan ‘Rin’ dan lainnya bertuliskan ‘Ren’. Reno mengenakan gelang bertuliskan ‘Ren’ pada pergelangan tangan Karin dan kemudian memakai miliknya sendiri yang bertuliskan ‘Rin’.
Lagi, mereka berjalan menyusuri dermaga sambil bergandengan, sama seperti empat tahun yang lalu. Hanya saja, dengan perasaan bahagia yang menyelimuti hati mereka, bukan lagi perasaan takut akan kehilangan.

***

0 komentar:

Post a Comment

 

delivian.is.me Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea

Cute Polka Dotted Pink Bow Tie Ribbon