Jangan pernah menunggu waktu karena waktu tak pernah menunggumu.
-AO
"Tulis saja apa yang ingin kamu tulis. Jangan pernah menundanya lagi, Del."
-Dari Adel untuk Adel.
Sudah sejak lama aku ingin mulai menulis lagi. Tetapi selalu ada saja alasan untuk menundanya; entah itu rasa malas atau sibuk.
Setelah kemarin sore bisa menikmati me-time lagi dengan membaca novel - setelah sekian lama tidak membaca novel - rasanya ada sesuatu yang meledak saat semakin larut membaca sebuah novel karangan Bernard Batubara yang berjudul Cinta. (baca: Cinta Dengan Titik). Ya, aku rindu menulis, aku rindu menumpahkan semua yang ada di kepalaku, semua yang ada di hatiku, yang mengendap lama, lama sekali.
Ya, akhirnya aku berhasil menyingkirkan rasa malasku untuk mengetik ini.
Tara!
Terima kasih untuk Bernard Batubara, terima kasih untuk novelmu yang satu ini.
Terima kasih untuk karakter Nessa; ternyata memang ada cukup banyak kesamaan antara aku dan Nessa di novelmu.
Terima kasih untuk memunculkam kembali memori yang agak tenggelam, tentang panggilan 'Nessa' yang beberapa waktu yang lalu diberikan untukku.
Terima kasih untuk semangat menulis terlahir lagi saat membaca novelmu ini.
Cheers!
![]() |
| pic.twitter.com/5v8I7O0BOs |

